SENKOM BONDOWOSO

SENKOM MITRA POLRI BEKERJA SEPENUH HATI, MENEMBUS JARAK TANPA BATAS
Selamat Datang di WebBlog Senkom Mitra Polri Kabupaten Bondowoso



TEKAD SENKOM

TEKAD SENKOM
Adib Trihudoyo Soebronto : sentra komunikasi mitra polri wahana pembangun idealisme, siap bantu wujudkan keamanan dan keteriban masyarakat melalui media informasi komunikasi

Total Tayangan Halaman


Diberdayakan oleh Blogger.

FESTIVAL MUHARRAM

FESTIVAL MUHARRAM
MAJULAH BONDOWOSOKU

Foto saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra Polri Kabupaten Bondowoso adalah Organisasi wahana pembangun idealisme, organisasi terstruktur secara berjenjang dari pusat sampai ke daerah. SENKOM adalah organisasi resmi yang dilindungi oleh Undang-Undang, selalu berkoordinasi dengan SENKOM Pusat dan SENKOM Provinsi Jawa Timur serta unsur POLRI dan Unsur Pemerintah sebagai mitra, sehingga kegiatan, Visi, Misi Organisasi tersinkronisasi terarah dan terpadu.

Pengikut

TARUNA


ShoutMix chat widget

taruna di Yahoo..!

Awas Gendam Hipnotis

Kejahatan model gendam, sekarang ini marak kembali, pada dasarnya, hipnotis atau hipnosis sama saja, keduanya memiliki akar kata yang sama dari bahasa Yunani, yaitu hypno, yang berarti tidur, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hipnotis didefinisikan sebagai upaya membuat seseorang berada dalam keadaan hipnosis, atau keadaan seperti tidur karena sugesti, orang yang terhipnosis berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, dan pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali.
Dalam bahasa Jawa, hipnotis biasa disebut gendam, hipnosis, hipnotis atau gendam itu mulai dikenal dengan baik sejak 1.500 tahun lalu, atau di awal Zaman Pertengahan. Menurut R Budi Sarwono, seorang ahli hipnoterapi dari Semarang, di zaman dulu hipnotis/gendam disebarkan secara eksklusif dan sembunyi-sembunyi, sebab, untuk bisa menggendam, seseorang harus melalui berbagai "pintu gerbang", selain harus menjalani laku atau tapa brata, calon penggendam harus mengalami proses seleksi.

Namun, karena pengaruh cara berpikir liberal ala orang Barat (Eropa atau Amerika), hipnosis atau gendam sangat terbuka untuk dipelajari, bahkan, di negara-negara Barat hipnosis dibuka menjadi fakultas tersendiri.

“Yang ingin saya katakan adalah siapa pun yang menyelenggarakan pelatihan hipnosis, sejujurnya, merekalah tukang besi yang tengah menyiapkan bilahan pisau untuk pelanggannya, pisau itu bisa digunakan untuk keperluan yang bermacam ragam, tetapi, sang pandai besi tidak pernah tahu, akan digunakan untuk apa pisau itu,” tulis Budi dalam sebuah artikelnya di harian Kompas..

Gendam atau cablek hanya merujuk soal bagaimana si penjahat melakukan kontak pertama dengan calon korbannya untuk selanjutnya diinduksi agar kesadarannya hilang, biasanya mereka menggunakan cara-cara seperti ini: dengan membuat kaget, bengong, kagum, heran, sedih, dan perasaan-perasaan ekstrem lainnya, gendam dalam bahasa Jawa berarti membentak, sedangkan cablek dalam bahasa Jawa berarti menepuk.

Detik pertama ketika Anda digendam, atau di-cablek, atau dilecut perasaannya dengan berbagai bualan penjahat, adalah saat yang sangat kritis bagi Anda, pada saat itu seluruh modalitas Anda dilihat oleh mereka, selanjutnya akan segera diputuskan, dikerjain terus atau ditinggalkan.

Maka, cara yang paling mudah untuk lepas dari praktik gendam adalah ketika Anda dikageti orang, Anda ganti mengageti mereka, dan ketika Anda ditepuk orang, gantilah menepuk dia, ketika Anda mulai tertarik dengan cerita orang yang baru Anda kenal, berhati-hatilah.

Ketika tiba-tiba Anda merasa dipengaruhi oleh seseorang, lalu perut merasa mual, kepala terasa pening, badan lemas, maka dalam hati hitunglah satu... dua... tiga... sadar, Lalu, tarik napas panjang, katakan dalam hati, aku sadar sekarang, Insya Allah kita selamat dari kejahatan Gendam tersebut